← Kembali ke Insight

Panduan

Software Payroll: Hitung Gaji, PPh 21 & BPJS Otomatis

• 3 Oktober 2026 • Diperbarui 9 Oktober 2026 • 12 menit baca

Software payroll layak dibayar karena baris-baris yang jarang dicek: dasar TER, pembagian BPJS, dan jam lembur yang tercatat tapi tidak pernah di-approve. Kalau slip gajimu kelihatan benar tapi tidak ada yang bisa menjelaskan tiap rupiahnya, yang kamu punya itu kalkulator, bukan sistem payroll.

Kami sudah lebih dari 15 tahun mengirim business system untuk perusahaan Indonesia di retail, distribusi, finance, dan operasional. Payroll adalah tempat kami melihat demo paling percaya diri dan error paling senyap. Kedalaman compliance itulah produknya.

Panduan ini membahas satu contoh slip gaji lengkap, alur PPh 21 TER dan BPJS sepanjang tahun, sepuluh tes vendor, biaya tahun pertama, dan rollout dengan parallel run. Untuk keputusan buy atau build di semua modul HR, mulai dari panduan aplikasi HRIS.

TL;DR — seluruh panduan dalam lima baris:

  • Setiap baris slip gaji butuh aturan yang bisa ditunjuk. Gaji pokok, tunjangan, lembur, BPJS, dan PPh 21 punya sumbernya masing-masing.
  • Dasar TER bukan bruto di slip gaji. Premi JKK, JKM, dan BPJS Kesehatan yang dibayar perusahaan ditambahkan dulu sebelum tarif dicari.
  • Bulan biasa itu gampang. THR, resign, rapel, dan Desember adalah tempat software payroll membuktikan diri.
  • Kebanyakan perusahaan sebaiknya beli software payroll SaaS dan build hanya di edge, misalnya insentif atau posting jurnal ke ERP.
  • Jalankan dua month-end secara paralel dan matikan spreadsheet hanya setelah keduanya cocok sampai rupiah terakhir.

Petugas payroll menyeimbangkan setiap komponen slip gaji di neraca presisi

Apa Itu Software Payroll? (Penjelasan Singkat)

Software payroll adalah software yang menghitung penghasilan tiap karyawan, potongannya, dan kewajiban perusahaan, lalu menghasilkan pembayaran, slip gaji, laporan pajak dan BPJS, serta jurnal akuntansi. Di Indonesia, artinya PPh 21 dengan sistem TER dan dua program BPJS setiap bulan.

Software payroll yang berguna:

  • mengubah absensi yang sudah di-approve menjadi lembur dan tunjangan;
  • menerapkan tarif dan batas upah BPJS yang berlaku untuk periode gaji;
  • memotong PPh 21 dengan TER bulanan dan menyelesaikan hitungan setahun di masa pajak terakhir;
  • menangani THR, bonus, rapel, dan final pay tanpa override manual.

Lanjut: Software Payroll Jadi vs Custom: Perbandingan Cepat.

Software Payroll Jadi vs Custom: Perbandingan Cepat

Beli mesin hitungnya, kecuali payroll adalah produk yang kamu jual. Biarkan vendor yang dibayar untuk mengikuti perubahan pajak.

FaktorSoftware payroll SaaSHybridPayroll engine custom
Biaya tahun pertama (250 karyawan)Rp85–200jtRp200–550jtRp750jt–2,2M
Waktu go-live2–3 bulan3–5 bulan6–12 bulan
FleksibilitasSetting vendorCore SaaS + edge customSepenuhnya milikmu
Siapa yang update aturan TER dan BPJSVendorVendor, untuk coreKamu
Cocok untukAturan gaji standarInsentif, upah borongan, posting ERPOutsourcing, staffing, dan platform yang menjalankan payroll untuk klien

SaaS menang untuk kebanyakan perusahaan. Hybrid menang ketika core-nya cocok tapi rumus insentif atau mapping jurnal tidak. Custom menang hanya ketika kamu menjalankan payroll untuk pekerja perusahaan lain.

Lanjut: Contoh Hitungan Slip Gaji di Software Payroll.

Contoh Hitungan Slip Gaji di Software Payroll

Ini satu slip gaji, setiap baris dengan aturannya. Karyawan dan angkanya ilustratif, bukan data klien. Tarifnya nyata dan ada sumbernya.

Karyawan ilustratif kita adalah supervisor gudang, lajang tanpa tanggungan (PTKP TK/0), di bulan biasa. Upahnya gaji pokok Rp8.000.000 plus tunjangan tetap Rp1.000.000.

Uang makan dan transport dibayar per hari hadir.

Baris slip gajiAturanRp
Gaji pokokKontrak8.000.000
Tunjangan jabatan (tetap)Dibayar tanpa melihat kehadiran1.000.000
Uang makan dan transport20 hari hadir × 25.000500.000
Lembur yang di-approve3 hari kerja × (1,5 + 2) × 9.000.000 ÷ 173546.243
Penghasilan bruto tunai10.046.243
JHT karyawan2% × 9.000.000−180.000
JP karyawan1% × 9.000.000−90.000
BPJS Kesehatan karyawan1% × 9.000.000−90.000
PPh 212,5% × dasar TER 10.454.843−261.371
Take-home pay9.424.872

Waterfall slip gaji ilustratif dari gaji pokok sampai take-home pay Rp9.424.872

Lembur: 1/173 dan hanya jam yang di-approve

Lembur berasal dari absensi yang di-approve, bukan dari total di spreadsheet. Menurut PP 35/2021, upah sejam adalah 1/173 dari upah sebulan. Di hari kerja, jam lembur pertama dibayar 1,5× dan setiap jam berikutnya 2×. Dasar lemburnya gaji pokok plus tunjangan tetap, Rp9.000.000, karena angka itu lebih dari 75% total upahnya yang Rp9.500.000. Kalau di bawah 75%, dasarnya menjadi 75% dari total upah.

Dia tercatat lembur 8 jam; 6 jam di-approve, masing-masing 2 jam di 3 hari. Hasilnya 3 × 3,5 × (9.000.000 ÷ 173) = Rp546.243, dibulatkan.

Dua jam yang tidak di-approve tetap terlihat dan tidak dibayar. Panduan aplikasi absensi kami membahas cara record itu ditangkap.

BPJS: komponen perusahaan dan karyawan

BPJS memakai upah tetap, bukan bruto. Dasarnya Rp9.000.000, diasumsikan di bawah batas upah yang berlaku. Perusahaan membayar JHT 3,7%, JP 2%, JKK 0,24% (kelompok risiko terendah), JKM 0,3%, dan BPJS Kesehatan 4%: Rp921.600 di luar slip gaji. Karyawan membayar JHT 2%, JP 1%, dan BPJS Kesehatan 1%: Rp360.000.

Pembagian ilustratif total biaya perusahaan Rp10.967.843 menjadi take-home pay, PPh 21, BPJS karyawan, dan BPJS perusahaan

PPh 21: dasar TER dan tarif TER

Dasar TER adalah tempat payroll murahan salah hitung. Premi JKK, JKM, dan BPJS Kesehatan yang dibayar perusahaan dihitung sebagai penghasilan bruto untuk PPh 21. JHT dan JP bagian perusahaan tidak. Jadi dasar TER-nya 10.046.243 + 21.600 + 27.000 + 360.000 = Rp10.454.843.

Kategori A di tabel TER PP 58/2023 berlaku untuk TK/0, TK/1, dan K/0. Bruto bulanan di atas Rp10.350.000 sampai Rp10.700.000 kena tarif 2,5%.

Maka PPh 21-nya Rp261.371.

Kalau premi itu tidak dimasukkan, dasarnya turun ke Rp10.046.243, masuk bracket 2%: Rp200.925. Slip gajinya kelihatan normal.

Tapi potongannya kurang sekitar Rp60 ribu per bulan, dan kekurangannya jatuh di slip gaji Desember.

Jurnal payroll dan cost centre

Run yang sama harus mem-posting jurnal. Satu slip gaji, satu jurnal yang balance:

AkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Beban gaji, cost centre gudang10.046.243
Beban BPJS perusahaan, cost centre gudang921.600
Utang gaji bersih (bank file)9.424.872
Utang PPh 21261.371
Utang BPJS (360.000 karyawan + 921.600 perusahaan)1.281.600
Total10.967.84310.967.843

Susun budget dari Rp10.967.843, bukan dari bruto Rp10.046.243. BPJS perusahaan menambah 9,2% di atasnya.

Bagaimana Software Payroll Menghitung PPh 21 dan BPJS Sepanjang Tahun?

TER bulanan itu cicilan. Masa pajak terakhir yang menyelesaikan hitungan setahun. Menurut PMK 168/2023, berlaku sejak 1 Januari 2024, bulan-bulan lain memakai tabel TER. Desember, atau bulan saat karyawan berhenti bekerja, menghitung ulang setahun dengan tarif progresif Pasal 17 lalu dikurangi PPh 21 yang sudah dipotong. Kelebihannya dikembalikan ke karyawan.

Desain itu menciptakan bulan-bulan sulit:

  • Bulan THR dan bonus. TER dikenakan ke seluruh bruto bulan itu, jadi tarifnya melompat. Desember meratakan pajak setahun, tapi slip gaji harus bisa menjelaskan lonjakannya.
  • Resign. Bulan keluar adalah masa pajak terakhir. Final pay, uang pengganti cuti, dan perhitungan progresif terjadi dalam satu run.
  • Rapel. Kenaikan gaji yang berlaku mundur dibayar sebagai baris terpisah di periode berjalan. Bulan yang sudah dilaporkan tetap tertutup.
  • Perubahan PTKP. Kategori TER mengikuti status PTKP di awal tahun pajak, jadi tanggungan pertama karyawan menikah memindahkannya dari kategori A (K/0) ke B (K/1).
  • Batas upah BPJS. Batas upah itu ada dan disesuaikan. Sistem harus memakai batas yang berlaku untuk periode gaji tersebut.

Matriks tujuh event payroll terhadap bruto, TER, dasar BPJS, perhitungan ulang tahunan, dan bulan yang sudah ditutup

Builder’s note: Setiap kali vendor demo payroll, saya minta Desember duluan. Sistem yang benar di Desember biasanya benar di sebelas bulan lainnya. Sebaliknya tidak berlaku.

Fitur & Modul Software Payroll yang Wajib Ada

Lima kemampuan menentukan apakah software payroll bisa dipercaya. Untuk peta fitur HR lengkap, baca panduan software HRD kami.

  1. Hitung dari sumber, bukan total yang diketik. Lembur dari absensi yang di-approve, upah dari master karyawan, tarif dari tabel yang bertanggal per periode.
  2. Tunjukkan cara hitung tiap baris. Buka baris slip gaji mana pun dan lihat rumus, input, dan versi tarifnya.
  3. Tangani event tidak rutin secara native. THR, bonus, rapel, resign, dan Desember, tanpa mampir ke spreadsheet.
  4. Hasilkan semua output dari satu run. Bank file, slip gaji, bukti potong PPh 21, laporan BPJS, dan jurnal per cost centre dari angka terkunci yang sama.
  5. Catat setiap perubahan. Siapa yang mengubah gaji, rekening bank, atau status PTKP, kapan, nilai lama dan baru, dan run mana yang memakainya.

Peta dependensi perhitungan payroll dari input ke lembur, dasar BPJS, dasar TER, dan PPh 21 sampai slip gaji, bank file, dan jurnal

Kapan Software Payroll Off-the-Shelf Cukup — dan Kapan Kamu Butuh Custom

Tetap di SaaS kalau aturan gajimu standar, walaupun karyawanmu ribuan. Volume saja tidak membenarkan engine custom.

SaaS cukup ketika tunjangan bersifat tetap atau berbasis kehadiran, lembur mengikuti PP 35/2021 apa adanya, dan jurnal bisa diekspor sebagai file.

Build edge ketika salah satu hal ini benar dan terukur:

  • insentif bergantung pada data penjualan atau produksi dari sistem lain;
  • upah borongan atau tunjangan proyek berbeda per site atau per klien;
  • jurnal harus di-posting ke ERP per cost centre, proyek, atau klien di setiap run;
  • kamu menjalankan payroll untuk pekerja yang ditempatkan di banyak perusahaan klien.

Kuadran yang memetakan keunikan aturan gaji terhadap skala payroll ke SaaS, SaaS multi-entitas, hybrid, atau custom

Hitung aturannya dulu. Rumus insentif untuk 800 sales setiap bulan adalah edge yang nyata.

Tunjangan khusus untuk tiga orang cukup jadi prosedur.

Validasi dulu dalam 2 minggu. Sebelum keluar biaya besar untuk software payroll, Blueprint & Prototype memetakan aturan gajimu, membuat prototype perhitungan paling berisiko, lalu memberi angka biaya nyata plus rekomendasi buy, build, atau wait.

Cara Memilih Software Payroll: Checklist Evaluasi Vendor

Bawa karyawan tersulitmu ke sesi demo. Perusahaan contoh milik vendor memang dirancang untuk selalu benar.

  1. Bangun ulang slip gaji asli bulan lalu dan cocokkan tiap baris sampai rupiah.
  2. Tunjukkan dasar TER baris per baris, termasuk JKK, JKM, dan BPJS Kesehatan bagian perusahaan.
  3. Ubah status PTKP untuk tahun depan dan tunjukkan perpindahan kategori TER.
  4. Terapkan batas upah BPJS yang benar untuk periode itu ke karyawan bergaji tinggi, dan tunjukkan versi batas yang dipakai.
  5. Bayar hanya lembur yang di-approve, tunjukkan hitungan 1/173, dan biarkan jam yang tidak di-approve tetap tidak dibayar.
  6. Jalankan bulan THR untuk satu karyawan, lalu tunjukkan perhitungan ulang Desember untuk karyawan yang sama.
  7. Proses karyawan resign di tengah tahun dengan final pay, uang pengganti cuti, dan pajak progresif di masa pajak terakhir.
  8. Proses rapel kenaikan gaji untuk dua bulan yang sudah ditutup tanpa membukanya kembali.
  9. Hasilkan file transfer sesuai format bank-mu dan jurnal per cost centre yang bisa diimpor sistem akuntansimu (panduan integrasi ERP).
  10. Tunjukkan audit trail satu perubahan gaji: siapa, kapan, nilai lama, nilai baru, dan run mana yang memakainya.

Setelah itu, lanjutkan dengan due diligence vendor software untuk keamanan, hosting, SLA, dan exit terms.

Berapa Biaya Software Payroll di Indonesia?

Subscription hanya satu dari empat baris biaya. Rentang ilustratif tahun pertama untuk 250 karyawan, bukan quote vendor:

Komponen tahun pertamaSoftware payroll SaaSHybridEngine custom
Subscription atau buildRp60–120jtRp60–120jtRp500jt–1,5M
Setup data dan kebijakanRp10–30jtRp20–50jtRp50–150jt
Edge custom dan integrasiRp5–20jtRp100–300jtRp100–300jt
Parallel run, support, contingencyRp10–30jtRp20–80jtRp100–250jt
Total ilustratifRp85–200jtRp200–550jtRp750jt–2,2M

Rentang ilustratif biaya tahun pertama software payroll SaaS, hybrid, dan custom

Biaya SaaS naik mengikuti headcount. Biaya custom naik mengikuti jumlah aturan, dan kamu yang menanggung setiap perubahan TER dan BPJS ke depannya.

Lanjut: Cara Implementasi Software Payroll Tanpa Gagal (Rollout Bertahap).

Cara Implementasi Software Payroll Tanpa Gagal (Rollout Bertahap)

Biarkan payroll lama tetap jalan sampai dua month-end cocok. Mulai dari satu badan hukum.

Swimlane rollout software payroll 14 minggu dengan dua parallel run dan gate rekonsiliasi

  • Minggu 1–3, impor dan bersihkan. Karyawan, PTKP, NPWP, nomor BPJS, rekening bank, komponen upah. Gate: tidak ada field wajib yang kosong.
  • Minggu 4–6, konfigurasi dan tes. 20 test case dari karyawan tersulitmu: THR, resign, rapel, karyawan bergaji tinggi. Gate: semua case cocok.
  • Minggu 7–10, parallel run 1. Jalankan month-end di dua sistem. Jelaskan setiap selisih, perbaiki, jalankan ulang.
  • Minggu 11–13, parallel run 2. Gate: nol selisih yang tidak bisa dijelaskan, sampai rupiah.
  • Minggu 14, go-live. Matikan spreadsheet untuk entitas ini, lalu tambahkan entitas berikutnya.

Kalau kamu sudah memvalidasi edge custom, Production Grade Software mengubahnya menjadi software yang aman, observable, dan maintainable di sekitar core SaaS.

Saran Saya Sebelum Beli Software Payroll

  • Tulis aturan gajimu dulu. Kalau dua staf HR menghitung lembur dengan cara berbeda, vendor tidak bisa mengonfigurasi keduanya.
  • Tes Desember sebelum Januari. Desember memberi tahu lebih banyak daripada daftar fitur mana pun.
  • Cek dasar TER, bukan tarifnya. Kebanyakan error bersembunyi di dasarnya.
  • Susun budget dari biaya perusahaan, bukan dari gaji bruto.
  • Beli engine-nya, build hanya edge-nya.

Jalankan sepuluh tes itu pada payroll bulan lalu dengan dua vendor. Pilih yang bisa menjelaskan setiap baris, bukan yang slip gajinya paling cantik.

Lanjut: FAQ tentang Software Payroll.

FAQ tentang Software Payroll

Apa itu software payroll?

Software payroll adalah software yang menghitung penghasilan, potongan, PPh 21, dan BPJS karyawan, lalu menghasilkan bank file, slip gaji, laporan pajak dan BPJS, serta jurnal dari satu run yang terkunci.

Software payroll terbaik apa?

Yang lolos tes dengan datamu sendiri. Jalankan payroll bulan lalu, satu bulan THR, satu karyawan resign, dan perhitungan ulang Desember di sandbox tiap vendor, lalu cocokkan setiap baris sampai rupiah.

Berapa harga software payroll?

Biaya ilustratif tahun pertama untuk 250 karyawan: Rp85–200jt untuk SaaS, Rp200–550jt untuk hybrid, Rp750jt–2,2M untuk custom. Jumlah aturan dan integrasi menentukan angka sebenarnya.

Apakah software payroll bisa dibuat custom?

Bisa. Custom masuk akal untuk perusahaan outsourcing, agen staffing, dan platform yang menjalankan payroll untuk banyak klien.

Untuk kebanyakan perusahaan, core SaaS dengan edge custom lebih murah dan lebih aman.

Software payroll custom vs aplikasi jadi, mana lebih baik?

Tidak otomatis custom. Aplikasi jadi lebih baik untuk aturan gaji standar, karena vendor yang mengurus perubahan TER dan BPJS.

Custom lebih baik hanya ketika ada aturan terukur yang menciptakan nilai dan tidak bisa dicapai lewat konfigurasi.

Artikel Terkait

Dua minggu ke jawaban nyata

Butuh bantuan menerapkan ini?

Book sesi Blueprint dan kami ubah ide di artikel ini jadi prototype yang diuji ke user nyata—2 minggu, mulai 49jt.